Langit dan Biru

Langit dan Biru

Minggu, 21 Juni 2015

Big Data

Apa itu Big Data?


Big Data adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi yang memungkinkan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk/format, berjumlah besar dengan penambahan data yang sangat cepat.

Pengolahan dan analisis data dalam jumlah sangat besar ini memerlukan waktu yang relatif jauh lebih singkat dengan menggunakan Big Data dibanding teknologi data sebelumnya, misalnya database relational seperti MySQL.

Ciri - ciri data yang ditangani oleh Big Data :

  1. Jumlahnya sangat besar ( Volume ). Biasanya ukuran total data dalam terabytes keatas.

  2. Variety , berarti tipe atau jenis data, yang meliputi berbagai jenis data baik data yang telah terstruktur dalam suatu database maupun data yang tidak terorganisir dalam suatu database seperti halnya data teks pada web pages, file excel, data suara, video, click stream, log file dan lain sebagainya.

  3. Velocity dapat diartikan kecepatan yang dihasilkan suatu data dan seberapa data itu harus diproses agar dapat memenuhi permintaan pengguna

Dari segi teknologi dipublikasikannya googlebigtable pada 2006 telah menjadi moment muncul dan meluasnya kesadaran akan pentingnya kemampuan untuk memproses "big data". Berbagai layanan yang disediakan Google , yang melibatkan pengolahan data dalam skala besar termasuk search engine-nya, dapat beroperasi secara optimal berkat adanya Bigtable yang merupakan sistem database berskala besar dan cepat.

Semenjak teknologi tersebut dipublikasi , teknik akses dan penyimpanan data KVS ( Key-Valie Store) dan teknik komputasi paralel yang disebut MapReduce mulai menyedot banyak perhatian.

Terinspirasi oleh konsep dalam GoogleFile System dan MapReduce yang menjadi pondasi Google Bigtable, seorang karyawan yahoo! Doug Cutting kemudian mengembangkan software untuk komputasi paralel terdistribusi yang ditulis dengan menggunakan java dan diberi nama Hadoop. Saat ini Hadoop telah menjadi project opern source-nya Apache Software. Salah satu pengguna Hadoop adalah Facebook, Social Network Service terbesar dunia dengan jumlah pengguna mencapat 800 Juta lebih. Facebook menggunakan Hadoop dalam memproses big data seperti halnya content sharing, anlisa access log, layanan message dan layanan lainnya yang melibatkan pemrosesan big data.

Jadi yang dimaksud 'big data' bukanlah semata-mata soal ukuran, bukan data yang berukuran raksasa. Big data adalah data berukuran raksasa yang volumenya terus bertambah terdiri dari berbagai jenis atau varietas data, terbentuk secara terus menerus dengan kecepatan tertentu dan harus diproses dengan kecepatan tertentu pula. 

Momen awal ketenaran istilah 'big data' adalah kesuksesan Google dalam memberdayakan 'big data' dengan menggunakan teknologi canggihnya yang disebut Bigtable beserta teknologi-teknologi pendukungnya.

 


 

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://vijjam.blogspot.com/2013/03/apa-itu-big-data.html
https://openbigdata.wordpress.com/2014/08/25/apa-itu-big-data/

 

Tips Pengamanan Server Anda

Perusahaan Antivirus Terkemuka Juga Bagaimana Dengan Perusahaan Lain ?


Perusahaan keamanan cyber Rusia, Kaspersky Lab, mengumumkan bahwa sistemnya diserang. Diduga, ini adalah ulah peretas yang bekerja untuk lembaga pemerintahan. Dilansir KompasTekno, Kamis (11/6/2015) dari Cnet, Kaspersky menjamin data pelanggannya tetap aman. Katanya, serangan hanya fokus pada kekayaan intelektual perusahaan antivirus tersebut.

Insiden ini mempertegas kiprah peretas yang semakin cakap mengelabui korbannya. Padahal, Kaspersky merupakan perusahaan keamanan cyber dengan sistem yang mumpuni.

Jika Kaspersky saja tak luput dari serangan, bagaimana perusahaan-perusahaan lainnya?

Serangan maya memang momok menakutkan. Utamanya jika targetnya melumpuhkan sektor ekonomi perusahaan. Verizon Enterprise Solutions memprediksi, perusahaan-perusahaan terkemuka di seluruh dunia kehilangan penghasilan 400 juta dollar AS atau setara Rp 5,3 triliun pada 2014. Estimasi itu hanya berdasarkan pengamatan 70 organisasi yang membuat laporan rutin. Bisa jadi, angka kerugiannya lebih besar dari yang diperkirakan.

Terkait Kaspersky, perusahaan yang memiliki 31 cabang di 30 negara ini tak secara spesifik menuduh negara tertentu sebagai biang kerok peretasan. Tetapi, ada beberapa negara yang dicurigai, yaitu Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.

Tips Keamanan Server Anda

  1. Perhatikan dan maintain password anda dengan baik. 
  2. Hindari penggunaan informasi pribadi dalam membuat password seperti nama, tanggal lahir, username dll.
  3. Lakukan perubahan password rutin minimal 90 hari.
  4. Gunakan sistem firewall. Jika tidak memiliki dana untuk menggunakan Hardware Firewall anda bisa memanfaatkan Firewall bawaan dari Windows.
  5. Selalu maintain dan update system anda. Hal ini untuk menutup bug dan celah-celah keamanan.
  6. Jangan gunakan server anda untuk melakukan aktifitas browsing. Fokuskan penggunaan server sesuai dengan yang seharusnya dikerjakan.
  7. Usahakan selalu menggunakan jaringan VPN untuk mengakses server. 

  

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://tekno.kompas.com/read/2015/06/11/13510047/Perusahaan.Antivirus.Terkemuka.Pun.Diretas
http://blog.jaringanhosting.com/index.php/cloud-hosting-indonesia-jaringanhosting-com-tips-untuk-keamanan-cloud-server-anda/#sthash.Q0xemAER.dpbs

 

Apa itu Data Center ?

Apa itu Data Center ?


Data Center jika diterjemahkan secara harfiah memiliki arti tempat penyimpanan pusat. Carrie Global Network Applications menyatakan bahwa setiap organisasi memiliki datacenter, walaupun hanya berupa sebuah ruangan server atau sebuah komputer. Pada kasus ini datacenter bisa disamakan dengan Network Operation Center ( NOC ), sebuah area yang aksesnya dibatasi dan berisi sistem otomatis secara konstan memonitor aktivitas server, traffic web dan koneksi jaringan.

Definisi Datacenter

Datacenter merupakan sistem komputer terpenting sekaligus paling rapuh. Pada dasarnya, data center merupakan sebuah tempat yang memiliki jaringan komputer dan infrastruktur lain, seperti backup power, pengatur udara dan sistem keamanan.

Tingkatan Datacenter

Ada 4 tingkatan untuk melakukan identifikasi Datacenter berdasarkan infrastruktur dan topologinya. Berikut adalah 4 Tier yang diklasifikasikan oleh lembaga uptime :

  1.  Tier 1 : Datacenter yang memiliki jalur power dan cooling, tanpa komponen redudansi, memberikan ketersediaan ( availabilitas ) hingga 99.671 % 

  2. Tier 2 : Datacenter yang memiliki jalur power dan cooling, dengan komponen redudansi, memberikan ketersediaan ( availabilitas ) hingga 99.741%

  3. Tier 3 : Datacenter yang memiliki banyak power dan cooling system, namun hanya satu jalur yang aktif. Mampu memberikan availabilitas hingga 99.982%

  4. Tier 4 : Datacenter yang memiliki lebih dari 1 power dan cooling system, dengan sumber power dan cooling terpisah antar keduanya dan memiliki komponen redudansi. Mampu memberikan availabilitas hingga 99.995%

Kemanan Datacenter

Informasi yang tersimpan pada Datacenter bisa menjaga keberlangsungan sebuah institusi. Bayangkan jika Datacenter berhasil dibobol atau dikacaukan oleh pihak luar, maka akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi pemilik datacenter tersebut. Maka dari itu datacenter biasanya dilengkapi dengan pengamanan super lengkap,

  1. Penahan api,
  2. Pendeteksi asap,
  3. Pengatur suhu ruangan
  4. Akses biometric
  5. Kamera CCTV
  6. Power backup
  7. Generator backup
  8. dan berbagai teknologi mutakhir lainnya

 

  

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
https://ladygodiva99.wordpress.com/2015/02/16/apa-itu-data-center/
https://en.wikipedia.org/wiki/Data_center

 

Perbedaan Hard Disk dan SSD

Perbedaan Hard Disk dan SSD 


Media Penyimpanan

Selama ini hard disk atau sering disebut HDD telah menjadi standar media penyimpanan untuk PC desktop maupun lapotp. Namun seiring perkembangan teknologi kini banyak user yang telah mengganti HDD lama mereka dengan SSD sebagai media penyimpanan PC desktop maupun laptop.

Pada dasarnya, SSD sama seperti HDD , hanya saja tidak tersimpan pada lapisan-lapisan magnetik seperti layaknya HDD. SSD menyimpan semua data pada chip-chip memory flash yang saling terhubung satu sama lain. Flash memory pada SSD jelas berbeda dengan yang digunakan pada flashdisk dalam hal type dan kecepatan. Chip Flash pada SSD memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada Flash disk. 

Perbedaan antara HDD dan SSD sebagai berikut :

  1. Ukuran

    HDD : Menggunakan platter , head dll sehingga sangat berpengaruh terhadap ukuran dan berat HDD itu sendiri karena HDD sangat bergantung pada putaran piringan.

    SSD :  Penggunaan Flash Memory membantu mengurangi ukuran SSD sehingga dapat beradaptasi mudah dengan ukuran laptop/tablet.

  2. Komponen dan Prinsip Kerja

    HDD : Hard Disk Drive tersusun atas komponen mekanik dan elektronik. Proses penulisan dan pembacaan data dilakukan melalui proses mekanik piringan disk diputar oleh motor dan ujung dari lengan terhubung ke komponen elektronik yang mengolah baca tulis data.

    SSD : Hanya terdapat komponen elektronik seperti Integrated Circuit, micro chip dan komponen elektronik pendukung lainnya seperti kapasitor. Proses pembacaan dan penulisan dilakukan secara elektrik sama seperti proses yang terjadi pada Flash disk dan RAM

  3. Kecepatan Baca dan Tulis Data

    Kecepatan baca dan tulis SSD 8 kali lebih cepat dibanding dengan HDD. PC yang terpasang SSD dapat melewati proses booting dalam hitungan detik, pastinya tidak melebihi 1 menit. 

  4. Efek yang ditimbulkan

    HDD menerapkan unsur mekanik, sehingga menghasilkan efek samping yang buruk antara lain :
    a. Panas yang berlebihan 
    b. Konsumsi daya listrik yang tinggi
    c. Putaran motor dan piringan menimbulkan suara noise yang tinggi

    Pada SSD , karena tidak memiliki unsur mekanik maka efeknya adalah :
    a. Panas atau suhu SSD tidak setinggi HDD.
    b. Konsumsi daya listrik sangat kecil
    c. Tidak ada putaran motor sehingga SSD tidak berisik

  5. Fragmentasi 

    HDD : Bentuknya yang spiral HDD sangat baik untuk menyimpan file-file yang berukuran besar yang terletak pada blok yang berdekatan. Dan ketika kapasitas HDD mulai penuh, file-file yang sudah tersimpan dapat terpencar, inilah yang dikenal dengan istilah fragmentasi. Efek inilah yang menurunkan kinerja HDD dan kita perlu melakukan defrag untuk memulihkannya.

    SSD : Tidak ada fragmentasi karena data tersimpan pada chip flash.

  6. Harga 

    HHD : Harga lebih murah dengan kapasitas yang lebih besar.

    SSD : Harga bisa 9 kali lebih mahal dari HDD.

 

 

  

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://www.pintarkomputer.com/2014/06/perbedaan-hdd-dan-ssd.html


 

Platform As a Service ( layanan Platform )

Platform As a Service ( layanan Platform )


Definisi platform as a service

Platform as a service ( PAAS ) merupakan salah satu model cloud computing yang menyediakan aplikasi melalui internet. Sepintas memang hampir menyerupai Software as a service ( SAAS ). Dalam PAAS , penyedia cloud wajib menyediakan hardware dan software untuk menunjang layanan tersebut. Biasanya hal ini diperlukan untuk pengembangan aplikasi oleh user 

Karakteristik PaaS 

  1. Pelanggan dari provider PAAS kebanyakan adalah Developer / pengembang Software

  2. Berfokus pada layanan Hosting Aplikasi, Design, Development, Testing.

  3. Umumnya platform yang digunakan dapat diakses melalui Web browser

  4. Ruang lingkup perawatan ( maintenance ) provider PAAS mencakup hardware dan software pendukung pengembangan aplikasi.

  5. Kebanyakan provider PAAS menawarkan fitur bagi pengembang software untuk dapat melakukan update fitur sendiri dari operating system software.

Layanan utama PaaS

Layanan utama PaaS biasanya berupa desain aplikasi, development, proses testing dan deployment serta hosting. Layanan tambahan bisa berupa kolaborasi tim (memperbolehkan kita untuk membentuk tim pengembang aplikasi dengan orang-orang yang berada jauh dari kita), integrasi layanan web, integrasi database, storage dan pemberian versi aplikasi.

Layanan PaaS terbagi 3

  1. Fasilitas pengembangan Add-on. Sistem ini akan menawarkan beberapa aplikasi PaaS yang bisa dimodifikasi oleh user

  2. Stand Alone Environment, untuk penggunaan software developing biasa

  3. Application Delivery-Only  Environment. Juga mendukung layanan hosting, seperti keamanan dan skalabilitas. Tidak termasuk development dan debugging.

Kekurangan layanan PaaS

Layanan akan terganggu ketika provider melakukan update platform. Hal ini bisa berdampak pada software yang sedang dikembangkan misalnya ; perubahan bahasa pemrograman tertentu sehingga user terpaksa harus mengubah bahasa pemrograman yang sedang dikembangkan.

Beberapa provider PaaS

  1. Salesforce.com yang menyediakan Enterprise relationship management ( CRM ) platform.

  2. Appear IQ

  3. Mendix

  4. Amazon Web Service ( AWS )

  5. Google App Engine

  6. Heroku

   

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://searchcloudcomputing.techtarget.com/definition/Platform-as-a-Service-PaaS
https://zweimesserschmitt.wordpress.com/2012/02/24/pengertian-saas-paas-dan-iaas/



 

RAID dan RAID Controller

RAID dan RAID Controller


Definisi

Controller Card merupakan sebuah perangkat yang ditempatkan antara host system dan storage system dan menghubungkan kedua sistem tersebut agar dapat berkomunikasi satu sama lain. 

Ada 2 tipe Controller Card :

  • HBA ( Host Bus Adapter )
  • Raid Controller Card

HBA  merupakan sebuah expansion card yang ditempatkan pada slot PCI-e di dalam motherboard untuk menyediakan kecepatan dan kehandalan tanpa RAID antara host system dan perangkat storage. HBA sanggup menghubungkan ratusan bahkan ribuan hard disk (HDDs), tape dan SSD menuju host, system.

RAID Controller Card menyerupai HBA, namun memiliki teknologi RAID untuk optimasi performance, mengurangi latency, bahkan membuat keputusan cerdas apakah sistem cache akan disimpan di HDDs ataupun SSD Cache tergantung pada kebutuhan user. 

Kelebihan dan kekurangan 

HBAlow cost, high connectivity, fungsi terbatas, best performance.

RAID : Intelligent data management, redundant logical configuration support, broadest functionality, optimized performance, cache backup.

Apakah RAID dan kenapa anda membutuhkan itu ?

RAID ( Redundant Array of Inexpensive Disks ) merupakan struktur data storage yang menghubungkan pusat data untuk dikombinasikan ke lebih dari 2 jenis perangkat storage ( HDDs, SSDs, atau keduanya ) ke dalam logical unit yang terlihat ke dalam sistem sebagai 1 single drive.

Ada dua konfigurasi dasar RAID :

  1. Striping ( RAID 0 ) menulis data ke 1 drive dan data lainnya ke drive lain. Mengurangi waktu penulisan dan pembacaan disk serta meningkatkan performa I/O.
  2. Mirroring ( RAID 1 ) meng-copy seluruh informasi dan data dari 1 drive ke drive lainnya untuk mencegah kehilangan data ketika terjadi kerusakan drive.

 

RAID Software dan RAID Hardware

Hardware RAID : Sebuah perangkat fisit yang ditempatkan pada slot PCI atau PCIe controller card di dalam motherboard.

  • keuntungan utama : membuang tugas RAID dari host system, lebih baik dari software RAID. Controller cards dapat dengan mudah diganti dan upgrade. Data dapat di backup untuk mencegah kehilangan data akibat power failure.
  • Kekurangan : Jauh lebih mahal daripada software RAID.

Software RAID : Keseluruhan proses dikerjakan oleh CPU pada system komputer host.

  • Keuntungan utama : Murah karena tidak membutuhkan RAID dedicated hardware.
  • Kekurangan : RAID Performance yang rendah dan bergantung pada kinerja CPU serta kemampuan operating sistem dan aplikasi. Tidak ada data backup ketika power failure.

    

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
https://www.adaptec.com/nr/pdfs/intro_raid.pdf




 

Apa itu cloud computing ?

Apa itu cloud computing ?



Apa itu cloud computing ? Sering sekali kita mendengar informasi mengenai cloud computing namun sulit memahami pengertiannya secara jelas karena begitu banyak contoh yang ada di internet mengenai cloud computing.

Saya akan menjelaskan cloud computing ke dalam beberapa point agar mudah diingat :

  1. Tak terlihat
    Penggunaan cloud komputing tidak terlihat secara fisik. Tidak seperti anda membeli unit server, anda membayar dan mendapatkan barang secara fisik.

  2. Upgrade dan Downgrade spesifikasi cepat
    Jika anda memerlukan peningkatan performa server fisik tentu anda perlu membeli tambahan RAM atau tambahan Processor. Dan butuh waktu yang begitu lama. Pengadaan, proses pembelian , proses pengiriman, proses instalasi dsb. Namun pada cloud computing hanya dalam hitungan beberapa menit, konfigurasi spec dari server anda dapat ditingkatkan dengan cepat.

  3. Utilisasi internet
    Cloud computing akan meningkat sejalan dengan tingginya penggunaan internet. Semakin tinggi utilisasi pengguna internet dengan pita jaringan yang lebar, maka akan sejalan dengan perkembangan cloud computing. 

Secara khusus cloud computing dibagi menjadi 3 jenis , yaitu :

  1. Software as a service (SAAS)
    Penjelasan sederhananya adalah kita tinggal menggunakan software yang telah disediakan, tanpa harus memikirkan bagaimana layanan itu berjalan. Kita cukup tahu bahwa layanan software tersebut berjalan baik. Sebagai contoh layanan SAAS: Dropbox, google docs, microsoft 365, onedrive dan masih banyak lainnya.

  2. Platform as a service ( PAAS )
    Ini seperti sewa hosting, kita tinggal memikirkan aplikasi yang kita buat untuk dijalankan di platform tersebut. Analoginya sama seperti kita menyewa hotel, kita tak perlu memikirkan perawatan kamar dan sebagainya. contohnya adalah penjualan jasa sewa web hosting. 

  3. Infrastructure as a service ( IAAS )
    ini adalah induknya dari SAAS dan PAAS. Ke 2 jenis cloud computing tersebut bisa dijalankan di dalam IAAS karena IAAS adalah seperti bentuk virtual sebuah server. Di dalam layanan IAAS kita menyewa infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network dsb) juga di dalamnya termasuk, CPU, RAM, Harddisk, keamanan jaringan, bandwidth dan lain lain. contohnya adalah cbtp.co.id, amazon EC2 dsb.

ini adalah sedikit gambaran sederhana mengenai cloud computing untuk memudahkan anda memahami topik tersebut.

penulis : Riskianto Agung Prayogi

sumber : http://www.cloudindonesia.or.id/apa-itu-cloud-computing.html