Langit dan Biru

Langit dan Biru

Minggu, 12 Juli 2015

SSL VPN

VPN SSL


Informasi Dasar

SSL VPN ( Secure Sockets Layer Virtual Private Network ) merupakan salah satu bentuk VPN yang dapat digunakan melalui standard web browser. Hal ini berbeda dengan Internet Protocol Security (IPsec) VPN, SSL VPN tidak membutuhkan instalasi client software untuk PC end user. 

Virtual Private Network ( VPN ) menyediakan mekanisme keamanan komunikasi untuk data dan informasi yang ditransmisikan antar endpoints. SSL VPN mengandung 1 atau lebih perangkat VPN dimana user mengaksesnya dengan menggunakan web browser. Traffic antara Web Browser dan perangkat SSL VPN di enkripsi melalui protocol SSL ataupun Transport Layer Security ( TLS ) protocol.

Apa yang ditawarkan penggunaan SSL VPN

  1. Penggunaan SSL VPN menawarkan flexibilitas
  2. Kemudahan penggunaan
  3. Cakupan luas untuk berbagai macam pengguna dengan PC yang berbeda beda
  4. mengakses resource dari berbagai wilayah.

Terdapat 2 jenis tipe SSL VPN yang sering digunakan :

  1. SSL Portal VPN 
    Tipe dari SSL VPN ini membolehkan satu SSL connection ke Web Site sehingga end user dapat secara aman mengakses banyak layanan jaringan. Situs tersebut dinamakan Portal karena memiliki satu pintu ( Single Page ) yang menghubungkan ke banyak sumber data lainnya. Remote user mengakses SSL VPN Gateway menggunakan Web Browser, dan melewati sistem autentifikasi pada site tersebut.

  2. SSL Tunnel VPN
    Merupakan tipe SSL VPN yang membolehkan sebuah Web Browser untuk diamankan mengakses banyak layanan jaringan, termasuk aplikasi dan protocol dimana keduanya tidak menggunakan web-based, melalui tunnel sistem berjalan dibawah SSL. SSL Tunnel VPNs membutuhkan Web Browser untuk dapat meng-handle aktif konten, yang mana membolehkan seluruh fitur dapat diakses yang tidak bisa dilakukan oleh SSL Portal VPNs. Sebagai contoh active content Java, JavaScript, Active X atau Flash dan plug ins.

    

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juli 2015
Sumber :
http://searchsecurity.techtarget.com/definition/SSL-VPN


 

 

Senin, 06 Juli 2015

Apa itu Big Data ?

Apa itu Big Data?


Big Data adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi yang memungkinkan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk/format, berjumlah besar dengan penambahan data yang sangat cepat.

Pengolahan dan analisis data dalam jumlah sangat besar ini memerlukan waktu yang relatif jauh lebih singkat dengan menggunakan Big Data dibanding teknologi data sebelumnya, misalnya database relational seperti MySQL.

Ciri - ciri data yang ditangani oleh Big Data :

  1. Jumlahnya sangat besar ( Volume ). Biasanya ukuran total data dalam terabytes keatas.

  2. Variety , berarti tipe atau jenis data, yang meliputi berbagai jenis data baik data yang telah terstruktur dalam suatu database maupun data yang tidak terorganisir dalam suatu database seperti halnya data teks pada web pages, file excel, data suara, video, click stream, log file dan lain sebagainya.

  3. Velocity dapat diartikan kecepatan yang dihasilkan suatu data dan seberapa data itu harus diproses agar dapat memenuhi permintaan pengguna

Dari segi teknologi dipublikasikannya googlebigtable pada 2006 telah menjadi moment muncul dan meluasnya kesadaran akan pentingnya kemampuan untuk memproses "big data". Berbagai layanan yang disediakan Google , yang melibatkan pengolahan data dalam skala besar termasuk search engine-nya, dapat beroperasi secara optimal berkat adanya Bigtable yang merupakan sistem database berskala besar dan cepat.

Semenjak teknologi tersebut dipublikasi , teknik akses dan penyimpanan data KVS ( Key-Valie Store) dan teknik komputasi paralel yang disebut MapReduce mulai menyedot banyak perhatian.

Terinspirasi oleh konsep dalam GoogleFile System dan MapReduce yang menjadi pondasi Google Bigtable, seorang karyawan yahoo! Doug Cutting kemudian mengembangkan software untuk komputasi paralel terdistribusi yang ditulis dengan menggunakan java dan diberi nama Hadoop. Saat ini Hadoop telah menjadi project opern source-nya Apache Software. Salah satu pengguna Hadoop adalah Facebook, Social Network Service terbesar dunia dengan jumlah pengguna mencapat 800 Juta lebih. Facebook menggunakan Hadoop dalam memproses big data seperti halnya content sharing, anlisa access log, layanan message dan layanan lainnya yang melibatkan pemrosesan big data.

Jadi yang dimaksud 'big data' bukanlah semata-mata soal ukuran, bukan data yang berukuran raksasa. Big data adalah data berukuran raksasa yang volumenya terus bertambah terdiri dari berbagai jenis atau varietas data, terbentuk secara terus menerus dengan kecepatan tertentu dan harus diproses dengan kecepatan tertentu pula. 

Momen awal ketenaran istilah 'big data' adalah kesuksesan Google dalam memberdayakan 'big data' dengan menggunakan teknologi canggihnya yang disebut Bigtable beserta teknologi-teknologi pendukungnya.

 


 

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://vijjam.blogspot.com/2013/03/apa-itu-big-data.html
https://openbigdata.wordpress.com/2014/08/25/apa-itu-big-data/

 

Kamis, 02 Juli 2015

Kenapa perusahaan harus menggunakan VDI ( Virtual Desktop Infrastructure )

Kenapa perusahaan harus menggunakan VDI ( Virtual Desktop Infrastructure ) 


Informasi Dasar VDI

Virtual Desktop berarti fitur desktop environment ( icon, wallpaper, windows, folder, widget dll ) disimpan dalam sebuah remote server tidak di dalam local PC ataupun perangkat client. Desktop Virtualization Software terpisah dari desktop operating system, aplikasi, dan data dari hardware client disimpan semua ke dalam "virtual desktop" di remote server.

Remote server yang menjalankan dan menyuplai virtual desktop menggunakan software yang disebut hypervisor untuk membuat " virtual machine " yang menyerupai tampilan user desktop environment beserta kemampuannya. Client dapat mengakses personal desktop mereka melalui lokal ataupun internet ( tergantung kebijakan perusahaan ) melalui perangkat client.

Kenapa harus "aware" ?

Virtual Desktop memberikan on-demand desktop ke user yang artinya dapat dikirimkan dengan cepat saat permintaan , kapan saja, dimana saja. ini memungkinkan pegawai dapat dengan mudah secara penuh melakukan aktifitas pekerjaan dari business desktop mereka dari banyak perangkat, Komputer rumah, smart phone ataupun Ipad.

VDI Mampu mengurangi biaya IT

Dalam sudut pandang IT, virtual desktop membantu mengurangi waktu dalam persiapan sebuah PC/ desktop baru, dan mereka juga mampu mengurangi biaya support dan management. Para expert IT menyatakan maintain dan managing PC hadwarte ke software account dapat mengurangi 50 s/d 70 persen total cost of ownership (TCO) dari model personal desktop biasa. Perusahaan biasanya berpindah ke VDI adalah untuk mengurangi 

Keuntungan 

  • Setelah segalanya diatur, disimpan dan diamankan secara terpusat maka virtual desktop mampu menghilangkan kebutuhan install, update,patch aplikasi , backup files dan scanning anti virus pada setiap perangkat user. 

  • Keamanan juga mampu diperoleh lebih baik setelah karyawan yang membawa data ke personal device yang bisa saja hilang, dicuri ataupun rusak. Industri kesehatan seperti rumah sakit yang begitu peduli terhadap kemanan data pasiennya , menjadikan virtual desktop sebuah solusi penting ketika data tidak dapat dengan mudah di download.

  • Perusahaan juga dapat menggunakan perangkat PC lama karena penggunaannya tidak membutuhkan spesifikasi yang tinggi ataupun bisa juga menggunakan thin client ( sebuah komputer yang terhubung ke jaringan) tidak seperti PC pada umumnya, thin client lebih hemat listrik  dan lebih murah.

Apa yang perlu diperhatikan dalam VDI

  • IT Skill
    kini banyak vendor besar yang sudah memiliki VDI ( VMware, Citrix, Microsoft, IBM, HP dll ) di dalamnya juga disertakan virtual desktop di sisi server. Software tersebut membuat desktop images, dan menyimpan images tersebut ke dalam server dan mengirimkannya ke client melalui network dan diakses menggunakan client device. VDI Host setiap desktop pegawai dalam bentuk virtual machin (VM) dan berjalan dalam server sentral. Untuk itu IT departement perlu memiliki skill untuk menunjang deploy dan manage VDI network. Kurangnya kemampuan tersebut bisa beresiko terhadap keamanan, network dan produktifitas karyawan. 

  • Kendala Multimedia Application
    Bagi perusahaan multimedia ini akan menjadi kendala tersendiri. Penggunaan aplikasi multimedia dapat menjadi sangat lambat karena karyawan mengakses desktop melalui jaringan, meskipun menggunakan perangkat mereka sendiri.

 

    

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://www.smallbusinesscomputing.com/webmaster/article.php/3914891/What-is-a-Virtual-Desktop-and-Why-Should-You-Care.htm


 

 

Selasa, 30 Juni 2015

6 Alasan Perusahaan Menggunakan Virtualisasi

6 Alasan Perusahaan Menggunakan Virtualisasi Server

 


Teknologi virtualisasi server sudah banyak menyebar 10 tahun belakangan ini selama kompetitor anda belum menemukan kehebatan dari teknologi ini anda akan mendapatkan keuntungan dalam persaingan. Untuk membantu anda memahami server virtualisasi, kami menggambarkan keuntungan yang paling nyata untuk small dan medium office.

  1. Meningkatkan Efisiensi Server

    Alasan utama penggunaan sistem virtualisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan computing resources seperti RAM dan Processor. Namun dengan penghematan energy dan biaya pendingin, perusahaan kecil dan menengah mampu memotong pengeluaran tetap mereka dengan sedikit pembelian physical server.


    Penerapan server virtualisasi yang paling simpel adalah penggunaan sebanyak banyaknya VM dalam satu physical server / Host. Penggunaan Virtualisasi bukan berarti anda terbebas dari masalah management physical server. Manajemen pengawasan VM juga harus anda kuasai karena anda akan dihadapkan masalah network traffic dan bottleneck pada VM.

  2. Kemudahan Disaster Recovery

    Disaster Recovery system mampu mengembalikan sistem ke keadaan semula setelah bencana terjadi. Seperti yang dapat anda bayangkan, melakukan backup penuh seluruh sistem virtualisasi dengan meng-copy VM Files Images adalah metode yang paling mudah ketimbang melakukan hal yang sama dengan physical hardware server.

    Site Recovery System
    Dalam teknologi recovery site anda membutuhkan dua sistem environment virtualisasi identik dengan spesifikasi yang sama. DR (disaster recovery) akan melakukan replikasi utuh terhadap VM di antara site tersebut. Ketika salah satu site mengalami masalah, maka sistem tetap dapat berjalan dengan mengandalkan site recovery.

  3. Meningkatkan keberlangsungan bisnis ( Business Continuity )

    Business Continuity berbeda dengan disaster recovery dalam misi tersebut adalah keinginan mencapai zero atau gangguan seminimal mungkin terhadap operasional bisnis. Umumnya sumber permasalahan pada datacenter adalah kerusakan pada server hardware, inilah dimana server dengan virtualisasi memiliki fitur live migration untuk membantu memelihara business continuity dengan menghilangkan kemungkinan downtime.

    Live Migration
    Menggunakan live migration memudahkan administrator dalam memindahkan VM diantara physical server host tanpa harus men-shut down VM. Live Migration bekerja dengan sinkronisasi disk dan memory antara physical server dan kemudian menghentikan VM asli dan menyalakan target VM secara instan bersamaan.

  4. Memudahkan pengembangan software

    Jika perusahaan anda sedang melakukan sebuah pekerjaan pengembangan software, virtualisasi memberikan perusahaan kecil anda kesempatan untuk menurunkan biaya dalam pembelian dan penambahan perangkat hardware. Selain itu, dalam pengembangan software anda perlu mencoba aplikasi pada setiap operating sistem yang berbeda. Virtualisasi dapat membantu anda untuk hal seperti itu.

  5. Test security update dan patch

    Virtualisasi membuat pekerjaan testing software update ataupun security patch sebelum di deploy ke dalam live system. Tim pengembangan aplikasi internal juga mendapatkan keuntungan dari penggunaan virtualisasi ini, copy dari existing infrastruktur untuk mengantisipasi interaksi diantara berbagai komponen.

  6. Saatnya berpindah ke Desktop Virtualisasi

    Saat kesadaran virtualisasi perusahaan sudah baik. Maka saatnya berpindah ke desktop virtual. Sistem desktop memanfaatkan sentralisasi server dengan seluruh processing dikerjakan disisi server dan sisi client hanya melakukan pemrosesan I/O seperti keyboard, mouse, display, audio dan bahkan USB port melalui LAN.

 

 

    
Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
https://kvaes.wordpress.com/2012/01/04/p4500-lefthand-p4x00-network-raid-explained/


 

 

Rabu, 24 Juni 2015

HP RAID Network

HP RAID Network


Informasi Dasar

Untuk mengetahui istilah di dalam artikel ini. Maka penulis akan memetakan penjelasan singkat beberapa istilah storage. 

  • Storage System : Satu bentuk fisik yang kita sebut node sebuah storage.
  • Network RAID : Redundant System yang dikonfigurasi antar lebih dari satu node.
  • RAID Level : Konfigurasi RAID dalam satu kelompok hard disk dalam satu storage.

Network RAID-10

Teknologi ini melakukan striped and mirror diantara 2 storage system (Minimal 2). Networwk RAID-10 merupakan standar dasar data protection yang dikonfigurasi ketika membuat volume, selama di dalam cluster ada lebih dari dua storage system. Data di dalam volume yang dikonfigurasi dengan Network RAID-10 memungkinkan ketersediaan data yang tinggi bahkan ketika salah satu storage system mengalami kerusakan.

Pilihan terbaik untuk aplikasi critical 

Network RAID-10 umumnya merupakan pilihan terbaik untuk penggunaan aplikasi yang melakukan penulisan ( write ) ke dalam volume disk secara terus menerus dan tidak membolehkan sama sekali adanya kerusakan storage.  Contohnya adalah aplikasi yang didalamnya terdapat database, email, dan server virtualization

Multi-site SAN

Network RAID-10 juga cocok digunakan untuk multi-site SAN, yang artinya anda memiliki dua site production dengan masing masing menjalankan satu system storage. Penggunaan Network RAID-10 dalam multi-site SAN menjamin data kembali cepat dapat digunakan meskipun dalam satu site mengalami gangguan ( down ). Akan tetapi apabil salah satu site mengalami down, Network RAID-10 volume tidak melindungi VM dari dampak restart atas proses migrasi site.


RAID-10+1

Proses konfigurasi ini adalah melakukan striping data dan miroring data diantara tiga system storage atau lebih ( minimal tiga storage system ). Network RAID-10+1 membolehkan maksimal dua kerusakan pada storage system.  

 

RAID-10+2

Proses konfigurasi ini adalah melakukan striping data dan miroring data diantara empat system storage atau lebih ( minimal empat storage system ). Network RAID-10+2 membolehkan maksimal dua kerusakan pada storage system. Network RAID-10+2 didesain untuk Multi-Site SANs dan mampu menjaga data tetap tersedia meskipun mengalami kerusakan pada salah satu site.

Penggunaan yang cocok untuk Network RAID-10+2 ketika aplikasi anda memerlukan sinkronisasi data antara dua site ( wilayah berbeda ) dan seluruh sistem sudah menggunakan sistem redundant 

Network RAID-5

Membagi data kedalam stripes. Setiap stripe disimpan ke dalam tiga storage system di dalam cluster, dan parity disimpan di dalam storage ke-empat. Data stripes dan parity disebar ke seluruh sistem storage. Network RAID-5 menjaga ketersediaan data atas kerusakan salah satu storage yang mana saja.


Snapshot Schedule

Network RAID-5 secara default dikonfigurasi menggunakan thin provisioning. Network RAID-5 juga memerlukan jadwal snapshot tetap. Ketika Volume pada Network RAID-5 dibuat maka secara otomatis snaphsot schedule juga akan terbuat. Jika salah satu volume dikonversi ke dalam Network RAID-5 maka secara otomatis basic schedule snapshot akan terbuat. Snapshot tersebut dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebtuhan Volume.

Network RAID-6

Membagi data ke dalam stripes. Setiap stripes dialokasikan ke dalam empat storage system di dalam cluster, dan parity data disimpan ke dalam storage system ke lima dan ke enam. Network RAID-6 menjaga ketersediaan data dari kerusakan sebanyak dua unit storage system (mana saja).

Network RAID-6 juga memerlukan snapshot schedule sama seperti Network RAID-5. Penggunaan Network RAID-6 cocok untuk aplikasi yang membutuhkan read data, dan sequential workload dalam cluster yang besar seperti file server dan archive.

Netto Usage

Basic Set-up : A Multi-Site SAN, with 4 HP Server nodes of 12x600GB

Raw Capacity :  4x12x600GB = 28,8TB

Local RAID5 : 21,2TB Usable

+ NRAID0 : 21,2TB

+ NRAID10 : 10,6TB

+ NRAID10+1 : 7TB

+ NRAID10+2 : 5,3TB

+ NRAID5 : 15,9TB

+ NRAID6 : X (not enough nodes)

    

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
https://kvaes.wordpress.com/2012/01/04/p4500-lefthand-p4x00-network-raid-explained/




 

 

Selasa, 23 Juni 2015

Arti istilah Cloud Server, VPS dan Web hosting


Arti istilah Cloud Server, VPS dan Web hosting 

Anda bingung dengan layanan cloud server, VPS dan Web Hosting apa perbedaannya dari ke 3 layanan tersebut. Baca artikel ini untuk mendapatkan penjelasannya.


Arti istilah Cloud Server, VPS dan Web hosting 


 


 

Banyak penyedia layanan VPS, Cloud dan Web hosting tapi apakah anda mengetahui bahwa ketiga layanan tersebut memiliki perbedaan. Saya akan menyederhanakan istilah ketiga layanan tersebut untuk memudahkan anda dalam memahaminya.

  1. Web Hosting
    Jika anda memiliki website mungkin anda bisa langsung memahami istilah ini. Karena memang layanan ini diperuntukkan bagi pelanggan yang ingin menjalankan aplikasi secara online.
    Mari kita analogi kan webhosting menjadi sesuatu yang sederhana. Web hosting adalah seperti sebuah angkutan umum, dan web anda adalah penumpangnya. Sopir angkutan umum bebas menambahkan penumpang untuk mengambil banyak keuntungan sampai penumpang penuh berdesakan.
    Penumpang bisa di antarkan sampai ke tempat tujuan, tapi dengan berdesakan dan pada kenyataan riil nya web anda akan terasa berat dan sulit diakses.

  2. VPS ( Virtual Private Server )
    VPS adalah layanan yang menyewakan server virtual. Bedanya dengan web hosting adalah anda memiliki kendali penuh atas server anda sendiri. Jika sewaktu waktu anda membutuhkan tambahan RAM kemudian Processor ataupun hard disk , anda bisa memintanya ke penyedia layanan dengan cepat.
    Kekurangannya dari sebuah VPS umumnya infrastruktur hanya terdiri dari 1 server fisik yang di share dengan software virtualisasi sehingga banyak menampung guest OS atau operating sistem di dalamnya.
    Kelebihan dari penggunaan VPS ini , anda dapat memilih OS yang diinginkan misalnya jika ternyata aplikasi anda hanya bisa dijalankan pada OS Windows maka anda harus menggunakan VPS Windows. Jika aplikasi anda harus dijalankan dengan OS Ubuntu maka anda harus menggunakan VPS Ubuntu dan seterusnya.  

  3. Cloud Server
    Berbeda dengan dua teknologi di atas, cloud memungkinkan beberapa server dijadikan "satu" dan berfungsi sebagai server "raksasa" yang bisa menampung banyak guest OS tanpa membebani satu server. Teknologi ini sering disebut server clustering. Teknologi cloud juga memungkinkan fitur-fitur canggih di dalamnya seperti VLAN, jaringan LAN antar server dan pengaturan lainnya yang lebih kompleks. Sehingga cloud server ini memang lebih mendekati server fisik, karena kemampuan di dalamnya untuk saling berhubungan sama seperti server fisik.

Ini adalah gambaran umum tentang perbedaan 3 layanan tersebut. cbtp menjual 2 layanan diantaranya yaitu VPS dan Cloud Server. Kami memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk konfigurasi server dan aplikasi.

penulis : Riskianto Agung Prayogi

sumber : http://cloudindonesia.com/apa-bedanya-cloud-server-vps-dan-web-hosting/

Senin, 22 Juni 2015

Teknologi RAID ( Redundant Array of Inexpensive Disk )

Teknologi RAID ( Redundant Array of Inexpensive Disk )


Definisi

RAID ( redundant array of inexpensive disks ) teknik penyimpanan data dalam tempat yang berbeda di antara beberapa hard disk. Dengan menempatkan data di dalam beberapa harddisk , maka akan meningkatkan operasi input/output dalam cara yang seimbang serta meningkatkan dapat performa.

Seperti apa RAID arrays itu ?

RAID arrays akan muncul di dalam operating sistem ( OS ) sebagai 1 buah harddisk. RAID melakukan deploy teknik disk mirroring ataupun disk stripping, dimana keduanya melibatkan partitioning pada setiap unit berkisar 512 bytes sampai dengan beberapa megabytes.

Penggunaan Stripe

Di dalam penggunaan single-user system yang menyimpan record besar seperti, medical record atau scientific images, keduanya disimpan di stripes yang kecil misalnya menggunakan 512 bytes maka setiap record pada semua disk dapat diakses dengan cepat melalui pembacaan disk secara bersamaan

Namun dalam multi-user system, performa lebih baik akan didapat dengan penggunaan stripe yang lebih besar untuk mengantisipasi maximum size record. Hal ini memungkinkan overlap Input-output antar disk. 

Macam macam tipe RAID :

  • RAID0 ( Striping)
  • RAID1 ( Mirroring )
  • RAID5
  • RAID6
  • RAID10

RAID 0 

Konfigurasi raid ini memiliki striping namun tanpa redundancy data. Konfigurasi ini menawarkan performa yang terbaik namun tanpa fault-tolerance

RAID 1

Juga dikenal dengan disk mirroring, konfigurasi ini minimal membutuhkan 2 drive yang melakukan duplikasi data antar keduanya. Tidak memiliki striping. Read performance meningkat dengan kemampuan membaca secara bersamaan. Kemampuan Write pada konfigurasi ini sama dengan kemampuan Write pada single disk.

 RAID 5

Level konfigurasi ini mengacu pada block-level striping dalam parity. Informasi parity disebar pada setiap stripe drive nya, memungkinkan fungsi array bahkan dalam kondisi  1 disk failure. Array arsitektur memungkinkan read dan write dalam beberapa disk. Ini akan menghasilkan  performa yang biasanya lebih baik dari pada penggunaan single drive namun tidak secepat RAID 0 array. 

Minimum penggunaan RAID 5 adalah 3 disk namun beberapa artikel merekomendasikan minimal penggunaan adalah 5 disk untuk mendapatkan performa yang lebih baik.

Penurunan Performa

Ketika terjadi kerusakan pada salah satu disk maka akan dibutuhkan waktu yang lama untuk me-rebuild kembali RAID 5 array. Dan penurunan performa akan dirasakan selama proses rebuild tersebut dan array akan sangat rentan selama proses rebuild itu selesai.

RAID 6

Teknologi ini menyerupai RAID 5 namun pada RAID 6 menyediakan parity kedua yang didistribusikan ke seluruh drive dalam array.

Memungkinkan sistem berjalan dalam 2 Disk Failure

Penggunaan additional parity ini memungkinkan array untuk tetap bekerja sesuai fungsinya meskipun 2 disk mengalami kerusakan secara bersamaan. Namun perlindungan extra ini membutuhkan biaya yang besar. RAID 6 array memiliki cost yang lebih besar dan kecepatan performa Write yang lebih lambat ketimbang RAID 5.

RAID 10 ( Nested RAID )

RAID 10 termasuk dalam golongan tipe nested RAID dikarenakan RAID 10 merupakan kombinasi antara RAID 1 dan RAID 0. Konfigurasi ini mampu memberika performa yang cepat daripada RAID 1 namun membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Dalam RAID 1+0, data di mirror dan mirror di striped.

 

 

    

Penulis : Riskianto Agung Prayogi | Juni 2015
Sumber :
http://searchstorage.techtarget.com/definition/RAID